Manajemen Layanan Khusus

April 1, 2010 at 5:36 am 2 comments

1. Pengertian Manajemen

Secara etimologis, manajemen berasal dari kata management (Bahasa Inggris). Kata management berasal dari kata manage atau managiare yang berarti melatih kuda dalam melangkahkan kakinya (Echols dalam Imron, 2003). Dalam manajemen, terkandung dua makna, ialah mind (pikir) dan action (tindakan) (Sahertian dalam Imron, 2008). Secara tertimologis, manajemen berarti:

1. kemampuan atau ketrampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka mencapai tujuan (Siagian, sebagaimana dikutip Imron, 1985)

2. segenap perbuatan menggerakkan sekelompok orang atau mengarahkan segala fasilitas dalam suatu usaha kerja sama untuk mencapai tujuan (The Liang Gie, sebagaimana dikutip Imron, 1985)

3. bekerja dengan menggunakan atau meminjam tangan orang lain.

Beberapa unsur yang terdapat dalam pengertian ini adalah:

1. adanya suatu proses, yang menunjukkan bahwa ada tahapan-tahapan terrtentu yang harus dilakukan jika seseorang melakukan kegiatan manajemen

2. adanya penataan, yang berarti bahwa makna dari manajemen sesungguhnya adalah penataan, pengaturan atau pengelolaan

3. terdapat sumber-sumber potensial yang harus dilibatkan, baik sumber potensial yang bersifat manusiawi maupun yang bersifat non manusiawi

4. adanya tujuan yang hendak dicapai

5. pencapaian tujuan tersebut diupayakan agar secara efektif dan efisien.

Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan manajemen pendidikan mempunyai pengertian kerja sama untuk mencapai tujuan pendidikan, serta kegiatan ketatausahaan yang meliputi kegiatan rutin cata mencatat, mendokumentasikan kegiatan, menyelenggarakan surat menyurat dengan segala aspeknya serta mempersiapkan laporan

1.1 Perbedaan Manajemen Umum dan Manajemen Pendidikan

Ditinjau dari prosesnya hampir tidak ada perbedaan antara manajemen umum dengan manajemen pendidikan. Karena jika dilihat dari segi proses, prinsip dan fungsi- fungsinya hampir sama. Perbedaannya hanya terletak pada substansi yang dijadikan obyek kajiannya.

Manajemen pendidikan pada prinsipnya merupakan suatu bentuk penerapan manajemen atau administrasi dalam mengelola, mengatur dan mengalokasikan sumber daya yang terdapat dalam dunia pendidikan, fungsi administrasi pendidikan merupakan alat untuk mengintegrasikan peranan seluruh sumberdaya guna tercapainya tujuan pendidikan dalam suatu konteks sosial tertentu, ini berarti bahwa bidang-bidang yang dikelola mempunyai kekhususan yang berbeda dari manajemen dalam bidang lain.

2. Konsep Dasar Manajemen Layanan Khusus

2.1 Pengertian Manajemen Layanan Khusus

Pada dasarnya, manajemen layanan khusus di sekolah ditetapkan dan diorganisasikan untuk memudahkan atau memperlancar pembelajaran, serta dapat memenuhi kebutuhan khusus siswa di sekolah. Beberapa bidang manajemen layanan khusus di sekolah diantaranya layanan bimbingan dan konseling, layanan usaha kesehatan sekolahj, layanan perpustakaan sekolah, layanan asrama sekolah, dan layanan kafetaria sekolah. Pengelolaan layanan-layanan yang ada di sekolah tersebut sangatlah penting agar dapat memperlancar pencapaian tujuan pendidikan

2.2 Substansi Manajemen Layanan Khusus

Substansi Manajemen Layanan Khusus berdasarkan proses manajemen adalah sebagai berikut:

a) Perencanaan, meliputi analisis kebutuhan layanan khusus bagi warga sekolah dan penyusunan program layanan khusus bagi warga sekolah

b) Pengorganisasian, berupa pembagian tugas untuk melaksanakan program layanan khusus bagi warga sekolah

c) Penggerakan, meliputi pengaturan pelaksanaan perpustakaan, koperasi sekolah, ketrampilan, unit kesehatan sekolah, ekstakulikuler, tabungan, keagamaan, kantin, perpustakaan, kafetaria, dan layanan khusus lainnya.

d) Pengawasan, meliputi pemantauan program layanan khusus dan penilaian kinerja program layanan khusus bagi warga sekolah.

3. Jenis- Jenis Layanan Khusus di Sekolah

3.1 Layanan Bimbingan Dan Konseling

Bimbingan Konseling merupakan layanan yang dapat digunakan peserta didik untuk berkonsultasi tentang masalah yang dialami peserta didik.

Bimbingan atau bantuan diberikan agar individu dapat mengembangkan dirinya semaksimal mungkin, serta agar dapat lebih mengenal dirinya sendiri (kekuatan dan kelemahannya), menerima keadaan dirinya sendiri dan dapat mengarahkan dirinya sesuai dengan kemampuannya.

3.2 Layanan Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan adalah tempat pengumpulan pustaka atau kumpulan pustaka yang disusun dan diatur dengan system tertentu, sebagai tiap- tiap buku, tiap-tiap warkat, dan tiap-tiap tulisan, sehingga sewaktu-waktu diperlukan dapat diketemukan dengan mudah dan cepat. Berdasarkan pernyataan tersebut bukan sembarang kumpulan buku dapat kita sebut dengan perpustakaan. Namun kumpulan buku dan pustaka lainnya itu harus diatur dan disusun berdasarkan ketentuan- ketentuan yang mempunyai tujuan tertentu.

3.3 Layanan Usaha Kesehatan Sekolah

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah upaya pelayanan kesehatan yang terdapat di sekolah yang bertujuan membangun budaya hidup sehat di samping untuk menangani anak didik yang mengalami kecelakaan ringan (upaya pertolongan pertama pada keselakaan /P3K), melayani kesehatan dasar bagi anak didik selama sekolah (pemberian imunisasi) memantau pertumbuhan dan status gizi anak didik serta terciptanya lingkungan sekolah yang sehat. (Imron Arifin, 2007).

Suatu program kesehatan sekolah yang efektif harus didasarkan pada kesediaan untuk menerima program kesehatan di dalam pendidikan umum, yang diarahkan pada pemecahan masalah-masalah kesehatan yang sekarang ada serta disusun secara logis berdasarkan prinsip- prinsip kesehatan pendidikan.

3.4 Layanan Kafetaria

Kafetaria merupakan pelayanan khusus yang mneyediakan makanan dan minuman untuk para siswa dan staff sekolah lainnya, di suatu tempat yang biasanya merupakan bagian dari bangunan sekolah. Dengan demikian diharapkan para siswa tidak akan keluar komplek sekolah selama waktu istirahat sekolah. Sedangkan menurut Carter V. kafetaria adalah suatu ruang atau angunan yang berada di sekolah maupun perguruan tinggi, di mana menyediakan makanan pilihan/ sehat untuk siswa dan dilayani oleh petugas kafetaria.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kafetaria sekolah adalah suatu usaha (tempat) yang dilakukan sekolah untuk memberikan pelayanan kepada para siswa atau unsure sekolah lainnya yang membutuhkan makanan atau miniman sehat sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat mencapai tujuan secara maksimal.

Sekolah harus dapat menggunakan kafetaria sebagai suatu upaya sekolah yang sangat bernilai bagi tujuan- tujuan sekolah seperti kesehatan, efektifitas social, efisiensi ekonomi, hubungan- hubungan kelompok, apresiasi keindahan, dan sebagainya. Dilihat dari tujuan kafetaria di sekolah di atas maka kafetaria sekolah berfungsi untuk, (1) membantu pertumbuhan dan kesehatan siswa dengan jalan menyediakan makanan sehat dan bergizi, (2) untuk memberikan pelajaran social kepada siswa, (3) mendorong siswa untuk memilih makanan yang cukup dan seimbang, (4) mengajarkan penggunaan tata krama yang benar dan sesuai yang berlaku di masyarakat. Sehubungan dengan tujuan dan fungsi kafetaria di atas maka sekolah harus menyediakan kafetaria yang bersih, hangat, menyenangkan, menarik tenang, dan tertib.

3.5 Layanan Asrama Sekolah

Asrama sekolah adalah suatu tempat dimana para siswa bertempat tinggal dalam jangka waktu yang relative tetap bersama dengan guru sabagai pengasuhnya yang memberikan bantuan kepada para siswa dalam proses pengembangan pribadinya melalui proses penghayatan dan pengembangan nilai budaya. Hakekat keidupan asrama bukan sekedar pembentukan kebiasaan  dan kesan- kesan sensoris, namun juga suatu proses pembentukan nilai- nilai hidup. Tujuan diselenggarakannya asrama sekolah secara umum adalah untuk menunjang keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan di sekolah, sedangkan secara khusus tujuan penyelenggaraan asrama adalah sebagai berikut:

a. Menanamkan rasa disiplin pada diri siswa

b. Membiasakan para siswa untuk mecintai belajar bersama- sama dengan teman sebayanya

c. Membantu para siswa agar dapat menyesuaikan diri pada kehidupan social dalam lingkungan sebayanya

d. Membantu para siswa dalam proses pengembangan pribadinya melalui penghayatan dan pengembangan nilai- nilai kecerdasan dan ketrampilan

About these ads

Entry filed under: pendidikan. Tags: .

Masalah Pendidikan di Indonesia

2 Comments Add your own

  • 1. windywindylagi  |  April 1, 2010 at 5:37 am

    bagussssss…….
    ditambah daftar rujukannya yaaa

    Reply
  • 2. arya  |  April 8, 2010 at 7:40 am

    y lumayan lah..dr pd g ad,,,hehehehe

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


windywindylagi profil Meri Yelin Windy Firdiana, sibuk kuliah @ administrasi Pendidikan UM, Baru belajar bikin blog *tugas, hehehehhehehehehe... ™

Kalender

April 2010
M T W T F S S
    May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Categories

Koleksi Foto

More Photos

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: